jump to navigation

Kenakalan Anak March 18, 2010

Posted by gilangkanigara in Miscellaneous.
trackback

Pendapat orang terhadap kenakalan anak – anak berbeda – beda, Ada yang menyangka semua perbuatan anak- anak yang kurang baik adalah kenakalan. Pendapat apapun itu, Namun kita dapat merasakan betapa tertariknya orang tua, Guru – guru dan orang – orang yang bekerja dibidang sosial dan agama tentang persoalan persoalan tersebut. Persoalan kenakalan anak perlu kita tanggapi dengan baik disamping itu agar dapat dicegah atau dihindarkan anak anak yang belum nakal dari kenakalan. Perlunya pembatasan dan menyelidiki sebab sebab timbulnya kenakalan, Serta cara – cara untuk menghadapinya.

  1. Apa yang dimaksud dengan kenakalan anak- anak

Yang dimaksud dengan kenakalan anak – anak, baik dipandang sebagai perbuatan yang tidak baik, perbuatan dosa maupun sebagai manifestasi dari rasa tidak puas, kegelisahan, ialah perbuatan perbuatan yang mengganggu ketenangan dan kepentingan orang lain dan kadang – kadang diri sendiri.

  1. Apa yang menyebabkan timbulnya kenakalan tersebut

Faktor – factor pendidikan, lingkungan keluarga, ekonomi, masyrakat, social, politik dan sebagainya. Disamping itu juga banyaknya contoh dari kelakuan yang kurang baik yang mereka dapatkan dari orang yang lebih dewasa, Film – film, Cerpen, Komik – komik cabul yang tidak mengindahkan nilai dan mutu, Hanya memandang sisi komersialnya saja. Di antara factor- factor yang menonjol diantaranya :

  1. Kurangnya didikan agama

Penanaman jiwa agama yang dimulai dari rumah tangga, sejak si anak masih kecil, Dengan jalan membiasakan si anak kepada sifat – sifat dan kebiasaan yang baik. Kebiasaan – kebiasaan yang baik yang sesuai dengan jiwa dan agama akan tertanam dengan mudah apabila orang dewasa, khususnya ayah dan ibuyang memberikan contoh sifat yang baik. Sayangnya banyak orang tua yang tidak mengerti ajaran agama yang dianutnya dan banyak pula yang memandang rendah terhadap ajaran agama itu, sehingga pendidikan agama tidak dilaksanakan dalam banyak keluarga.

  1. Kurang pengertian orangtua tentang pendidikan

Banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana caranya mendidik anak dengan baik dan benar, Mereka mengira memberi makan, pakaian, perawatan dan kesehatan telah selesai tugas mereka dan mendidik anak dengan keras akan menjadikannya orang baik. Sesungguhnya yang paling penting adalah keseluruhan perlakuan yang ditermia si anak dari orangtua dimana dia merasa disayangi, diperhatikan dan diindahkan dalam keluarga.

  1. Kurang teraturnya pengisian waktu

Masyarakat kita jarang memperhatikan cara yang baik untuk mengisi waktu terluang bagi anak, Orangtua hanya berpendapat bahwa seluruh waktu luang si anak harus diisi dengan sesuatu yang bermanfaat belajar atau kerja menolong orangtuanya. Bermain – main menyalurkan hobinya hanya dianggap membuang waktu. Tak jarang ini membuat anak – anak menggerutu dan mungkin pula terganggu emosinya.

  1. Tidak Stabilnya keadaan social, politik, dan ekonomi

Keadaan social politik dan ekonomi yang tidak stabil menyebabkan goncangan dan keresahan pada masyarakat umumnya dan orangtua khususnya, Goncangan – goncangan dan kegelisahan – kegelisahan menimbulkan perasaan yang tidak baik yang bisa mempengaruhi tindakan dan kelakuan orang terutama anak.

  1. Kemerosotan moral dan mental orang dewasa

Orang mengatakan bahwa semakin maju pengetahuan, semakin kurang pegangan orang pada agama, dan semaikn mudahlah orang melakukan hal – hal yang dulu berat sekali bagi mereka yang mencobanya dalam hal ini perubahan zaman sangat erat kaitannya dengan kaidah moral dan tata susila yang dipegang teguh oleh orang – orang yang terdahulu. Anak – anak sekarang lebih mudah meniru daripada berfikir dan mencari realisasi dari pengertian – pengertian yang abstrak.

  1. Banyaknya film – film dan buku – buku bacaan yang tidak baik

Banyaknya film – film dan buku – buku bacaan yang tidak baik yang mencerminkan kejelekan yang mudah ditiru dan menarik perhatian penontonnya terutama anak, karena anak / remaja merasakan tekanan – tekanan yang diperlihatkan dalam film / buku karena merasa jiwanya tertekan sehingga butuh menyalurkan tekanan. Penyaluran tekanan terbagi menjadi dua yaitu, Penyaluran wajar dan tidak wajar yang berarti anak akan menyamakan / mengidentifikasikan dirinya dengan pelaku – pelaku dalam cerita itu yang cocok dengan dirinya.

  1. Pendidikan dalam sekolah yang kurang baik

Disekolah yang dapat dijadikan teladan adalah guru – guru yang mengajar mereka, sebagian guru yang mengajar mereka kebanyakan tergolong dapat menjadikan contoh yang baik dengan wibawa sehingga murid mematuhi sang guru, dilain pihak ada juga guru yang tidak membangun hubungan yang baik dengan murid sehingga murid cenderung melawan dan menunjukan sikap remeh terhadap guru yang tidak memiliki wibawa dan ketegasannya.

  1. Perhatian masyarakat terhadap pendidikan anak – anak

Disamping pendidikan yang didapat oleh anak – anak dalam keluarga dan sekolah, amat penting juga peranan yang dimainkan oleh masyarakat, yang merupakan lapangan tempat anak mencoba melahirkan dirinya, menunjukan harga diri dan kebutuhan untuk dapat merasakan bahwa dirinya berguna dan berharga dalam masyarakat.

Anggota masyarakat seharusnya memahami kesukaran yang dihadapi anak – anak, dan menolong untuk mengatasi problemanya. Dan masyarakat jangan menganggap remeh perasaan dan pendapat yang diajukan anak – anak supaya mereka mendapat saluran yang wajar dan mendapat perhatian

Akan tetapi jika orang tua beranggapan bahwa anak – anak harus tunduk dan patuh terhadap seluruh peraturan tanpa boleh mengajukan pertanyaan dan bantahan, maka anak – anak akan menganggap para orang tua tidak menghargai mereka. Akibatnya mereka akan mencari kesalahan – kesalahan orang tua sebagai balasan terhadap apa yang dirasakannya dari perlakuan tersebut

3. Beberapa usaha untuk menghadapi kenakalan anak

Untuk mengembalikan anak –anak yang nakal kepada budi pekerti yang baik, kita tidak mungkin memberi hukuman –hukuman seperti penjara, hukuman badan, siksa dan sebagainya. Karena pengaruh dari hukuman tersebut hanya sementara, setelah itu mereka kembali melakukan hal –hal buruk. Dan untuk menghindarkan kenakalan – kenakalan tersebut dapat diadakan usaha preventif antara lain:

a. Pendidikan agama

Pendidikan agama harus dimulai dari rumah tangga. Sejak si anak masih kecil. Agar mereka membiasakan mematuhi dan menjaga nilai – nilai dan kaidah – kaidah yang ditentukan oleh ajaran agama.

Di antara cara penanaman jiwa agama itu, ialah si anak diperlakukan dengan lemah lembut.Janganlah menakuti-nakuti anak dengan siksaan-siksaan atau azab yang akan diterima dari Tuhan. Hal yang seperti ini, mungkin nanti pada umur remaja akan menyebabkan si anak mencari jalan menghindari ketakutannya dengan barangkali memberontak kepada Tuhan.

b. Orangtua harus mengerti dasar-dasar pendidikan

Setiap orangtua haruslah mengetahui betul-betul dasar-dasar pengetahuan yang minimal tentang jiwa si anak dan pokok-pokok pendidikan yang harus dilakukan dalam menghadapi bermacam-macam sifat si anak.

Untuk itu perlulah secepat mungkin para orangtua dan calon-calon orangtua mempelajari dasar-dasar minimal yang harus terdapat dalam pendidikan.

c. Pengisian waktu terluang dengan teratur

Apabila mereka tidak pandai mengisi waktu terluang, mungkin mereka akan tenggelam dalam memikirkan diri sendiri, akan menjadi pengelamun, jauh dari kenyataan.

Mereka juga mempunyai banyak energi yang mendorongnya untuk aktif mengeluarkan tenaga, yang bila tidak tersalurkan dengan cara yang wajar dan sehat, mungkin akan tersalur ke arah yang kurang baik dan mencoba kebiasaan yang tidak sehat.

d. Membentuk markas-markas bimbingan dan penyuluhan

Di antara anak-anak nakal itu, ada yang membutuhkan perawatan jiwa atau bimbingan khusus.

Dalam pengalaman perawatan jiwa terhadap anak-anak yang nakal, banyak anak-anak remaja menderita kegelisahan dan kebingungan karena mereka tidak mengerti akan pertumbuhan yang sedang mereka lalui dan tidak adanya pengertian dari orangtua dan masyarakat terhadap mereka, sehingga menambah penderitaan mereka.

Karena itu perlu adanya markas-markas penyuluhan dan bimbingan di tiap sekolah atau di tiap daerah-daerah untuk menampung kesukaran-kesukaran anak-anak tersebut.

e. Pengertian dan pengamalan ajaran agama

Orangtua yang tidak memahami dan mengamalkan agama tidak dapat diharapkan akan memberikan didikan budi pekerti yang sesuai dengan agama kepada anak-anaknya. Bahkan tindakan orangtua yang kurang baik akan ditiru oleh anak-anaknya. Oleh karena itu, perlulah disebarluaskan pengertian agama yang murni yang tidak diwarnai oleh kepentingan-kepentingan pribadi, ekonomi, dan politik untuk dapat menghindarkan masyarakat dari kerendahan budi dan penyelewengan yang dengan sendirinya anak-anak juga akan tertolong.

f. Penyaringan buku-buku cerita, komik, film, dsb

Hendaklah setiap cerita yang dibaca, dilihat, atau didengar oleh anak-anak mempunyai mutu dan nilai-nilai paedagogis dan psikologis, agar jangan sampai mereka menemukan teladan-teladan yang tidak baik dalam cerita-cerita tersebut.

Sebagai kesimpulan dapat kita katakan, bahwa kenakalan anak-anak tidak dapat kita pisahkan dari pendidikan dan perlakuan yang diterima oleh anak-anak dari orangtua, sekolah, dan masyarakat. Jika kita ingin mengubah dan memperbaiki anak-anak yang nakal dan mencegah jangan sampai anak-anak kita pada suatu ketika menjadi nakal, maka factor dan masalah-masalah mulai dari rumah tangga, sekolah, dan masyarakat harus kita perbaiki di samping menolong anak-anak itu sendiri.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: